Rompi antipeluru adalah alat pelindung diri yang dirancang untuk menyerap dan menyebarkan energi peluru, sehingga mengurangi cedera penetrasi dan benturan. Rompi ini biasanya terdiri dari dua bagian: lapisan antipeluru —terbuat dari logam, keramik, atau serat berkinerja tinggi—dan jaket , terbuat dari katun atau bahan sintetis untuk kenyamanan dan perlindungan lapisan inti. Beberapa rompi juga dilengkapi lapisan penyangga untuk mengurangi trauma tumpul.
Rompi antipeluru modern berevolusi dari baju besi kuno. Tonggak penting termasuk Pelindung dada Sn-42 Digunakan dalam Perang Dunia II—baja tempa seberat 3,5 kg yang mampu menahan peluru 9mm dari jarak 100-125 m. Namun, rompi-rompi awal ini berat dan tidak efektif terhadap peluru senapan berkecepatan tinggi.
Pasca-Perang Dunia II, rompi menggabungkan nilon dengan pelat logam (misalnya, rompi anti-fragmentasi M12). Pada tahun 1960-an, Kevlar dikembangkan—menawarkan kekuatan, fleksibilitas, dan perlindungan ringan terhadap peluru pistol dan pecahan peluru. Untuk perlindungan senapan, pelat logam atau keramik ditambahkan ke area-area utama. Material-material baru seperti baju besi cair sedang dalam tahap pengembangan, menawarkan perlindungan yang dapat disesuaikan saat terjadi benturan.
Dengan kemajuan ilmu material dan kebutuhan militer, rompi antipeluru masa depan akan lebih ringan, lebih fleksibel, dan lebih protektif. Inovasi seperti tekstil pintar dan gel pendispersi energi menandakan era baru dalam perlindungan pribadi.